Gunung Anak Krakatau Mengalami 8 Kali Erupsi

Senin, 23 Januari 2023 – 13:38 WIB
Gunung Anak Krakatau Mengalami 8 Kali Erupsi - JPNN.com Lampung
Gunung anak Krakatau erupsi. Foto: website magma.esdm.go.id/

lampung.jpnn.com, LAMPUNG SELATAN - Gunung Anak Krakatau (GAK) mengalami erupsi sebanyak delapan kali hingga Senin, (23/1), hingga pukul 09.30 WIB.

Dalam laman resmi magma.esdm.go.id/, terlihat bahwa erupsi terjadi sejak pukul 00.41 WIB, 04.42 WIB, keduanya visual letusan tidak teramati. 

Pada pukul 06:07 WIB, dengan tinggi kolom abu teramati ± 300 m di atas puncak (± 457 m di atas permukaan laut).

"Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal ke arah timur. Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 50 mm dan durasi 28 detik," isi dalam laman website itu. 

Kemudian pada pukul 07:01 WIB, dengan tinggi kolom abu teramati ± 300 m di atas puncak (± 457 m di atas permukaan laut). Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal ke arah timur. Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 50 mm dan durasi 27.5 detik.

Selanjutnya pada pukul 07:58 WIB dengan tinggi kolom abu teramati ± 200 m di atas puncak (± 357 m di atas permukaan laut). Kolom abu teramati berwarna kelabu hingga hitam dengan intensitas tebal ke arah tenggara. 

Pada pukul 07:59 WIB, dengan tinggi kolom abu teramati ± 500 m di atas puncak (± 657 m di atas permukaan laut). Kolom abu teramati berwarna kelabu hingga hitam dengan intensitas tebal ke arah tenggara. Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 60 mm dan durasi 143 detik," jelas dalam laman website. 

Selanjutnya, pada pukul 08:08 WIB dengan tinggi kolom abu teramati ± 300 m di atas puncak (± 457 m di atas permukaan laut). Kolom abu teramati berwarna kelabu hingga hitam dengan intensitas tebal ke arah tenggara. Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 53 mm dan durasi 121 detik.

Lalu pada pukul 09:28 WIB, tinggi kolom letusan teramati ± 300 m di atas puncak (± 457 m di atas permukaan laut). Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal ke arah tenggara. Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 53 mm dan durasi 38 detik. (mcr32/jpnn)

Gunung Anak Krakatau (GAK) mengalami erupsi sebanyak delapan kali hingga Senin, (23/1), hingga pukul 09.30 WIB.

Redaktur : Sandy Fernando
Reporter : Wulan

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Lampung di Google News